• Ayoconnect

Gandeng Ayoconnect, Bank Mandiri Tumbuhkan Bisnis Kartu Kredit melalui Autobilling API

Diperbarui: Jun 30

  • Bank Mandiri gandeng Ayoconnect dalam menyediakan fitur Mandiri Power Bill untuk pemegang kartu kredit Mandiri

  • Melalui kerjasama ini, Bank Mandiri menumbuhkan volume penjualan sebesar 19% dan jumlah transaksi sebesar 23% pada tahun 2020 dibandingkan tahun sebelumnya

  • Kerjasama ini memungkinkan pelanggan kartu kredit Mandiri menikmati kemudahan pembayaran tagihan otomatis di lebih dari 200 merchant dari 8 kategori produk



Pandemi COVID-19 telah menekan laju pertumbuhan berbagai lini bisnis di Indonesia, tak terkecuali bisnis kartu kredit. Data Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) menunjukkan penjualan kartu kredit mengalami kontraksi sebesar 30% dengan penurunan jumlah transaksi yang mencapai 28,73% secara year-on-year (YoY) dari posisi Januari 2020 sebesar 29,98 juta kali transaksi. Penurunan transaksi kartu kredit ditengarai disebabkan oleh penutupan berbagai gerai ritel di berbagai kota serta kecenderungan masyarakat untuk mengurangi pengeluaran di tengah pandemi.

Melihat kondisi tersebut, penerbit kartu kredit mulai menyusun strategi agar pertumbuhan bisnis kartu kredit dapat terjaga. Bank Mandiri misalnya, memfasilitasi pengguna kartu kredit Mandiri untuk melakukan pembayaran berbagai transaksi tagihan secara otomatis lewat fitur Mandiri Power Bill. Fitur yang diberdayakan oleh solusi Autobilling API Ayoconnect ini memberikan berbagai keuntungan baik bagi pengguna kartu kredit Mandiri maupun Bank Mandiri.


“Kerjasama kami dengan Ayoconnect berhasil memperluas cakupan layanan Mandiri Power Bill. Kini, layanan Mandiri Power Bill juga menjangkau pembayaran PDAM ke lebih dari 60 kota dan 100 kabupaten di Indonesia. Jumlah merchant pun bertambah dari yang sebelumnya 20 menjadi lebih dari 200,” jelas Noorman Andrianto selaku Vice President Bank Mandiri di Jakarta, Senin (28/6).

Lebih lanjut, Noorman menambahkan kerjasama ini tentunya memudahkan pengguna kartu kredit Mandiri lantaran tidak perlu lagi mengantre atau mengingat berbagai tanggal jatuh tempo untuk melunasi tagihan bulanan.


Implementasi fitur pembayaran tagihan otomatis ini menurut Bank Mandiri telah berhasil mendorong tingkat kepuasan nasabah sekaligus menjadi salah satu upaya strategis Perseroan untuk meningkatkan loyalitas nasabah kartu kredit Mandiri. Pasalnya, integrasi Autobilling API Ayoconnect ke fitur Mandiri telah menghasilkan pertumbuhan volume penjualan sebesar 19% dan pertumbuhan transaksi mencapai 23% pada akhir 2020 dibandingkan tahun sebelumnya.


Adapun, solusi Autobilling merupakan inovasi berbasis teknologi API yang dibangun oleh perusahaan tekfin Ayoconnect. Solusi ini dirancang khusus untuk membantu institusi finansial mengelola serta menumbuhkan pendapatan dari transaksi pembayaran tagihan berulang yang komprehensif bagi penerbit kartu kredit, sekaligus aman dan memudahkan bagi pelanggan.


“Ayoconnect bangga atas kesempatan bekerja sama dengan Bank Mandiri. Fitur Power Bill Bank Mandiri yang diberdayakan oleh Autobilling API dari Ayoconnect merupakan bentuk komitmen kami dalam membantu institusi finansial menumbuhkan bisnis mereka dengan solusi berbasis API di tengah masa penuh tantangan,” tutup Chiragh Kirpalani selaku Founder dan COO Ayoconnect.

Saat ini, Ayoconnect sedang menjajaki diskusi untuk membuka akses Autobilling API ke lebih banyak perusahaan bank, dompet digital, dan tekfin lainnya dalam waktu dekat.


Untuk informasi lebih lanjut, klik tombol di bawah untuk unduh studi kasus implementasi Autobilling API di fitur Mandiri Power Bill.





Tentang Ayoconnect

Ayoconnect adalah marketplace API terbesar dan pengembang API finansial terdepan di Indonesia. Ayoconnect memungkinkan developer untuk memilih berbagai produk white-label finansial di platform API Ayoconnect dan meluncurkannya dengan cepat ke pengguna. Ayoconnect berada di latar belakang sepanjang proses ini berlangsung untuk berfokus pada pembangunan dan pengoperasian infrastruktur, seraya memfasilitasi klien untuk memonetisasi dan memperluas bisnis dengan cepat dan masif.


Sejak didirikan pada tahun 2016, kumpulan API Ayoconnect telah diadopsi secara cepat oleh lebih dari 1.000 perusahaan ternama di Indonesia, termasuk perusahaan bank, ritel, e-commerce, tekfin, dan dompet digital seperti Bank Mandiri, DANA, Indomaret, dan Bukalapak. Saat ini, API Ayoconnect memproses lebih dari 500 juta klik API setiap tahunnya.


Ayoconnect telah mengumpulkan pendanaan senilai total Rp 142 miliar dari investor institusi lokal dan internasional terkemuka. Investor Pra-Seri B Ayoconnect termasuk BRI Ventures, unit modal ventura korporat Bank BRI; AC Ventures Indonesia, perusahaan modal ventura yang dipimpin oleh Ketua Asosiasi Fintech Indonesia Pandu Sjahrir; Kakaku, perusahaan publik yang terdaftar di Tokyo Exchange (TYO); dan Finch Capital. Ayoconnect terus memperluas ekosistemnya untuk mempercepat inklusi keuangan dan adopsi solusi embedded finance di seluruh Indonesia.