• Ayoconnect

Membangun Stabilitas Startup Melalui IPO

Diperbarui: Mei 8


Pada Rabu (11/11), Bursa Efek Indonesia bekerjasama dengan BRI Danareksa Sekuritas dan BRI Ventures menyelenggarakan virtual workshop tentang bagaimana membangun startup yang berkelanjutan melalui Initial Public Offering (IPO). Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bagi para pemula dan usaha kecil menengah tentang manfaat menjadi perusahaan publik, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan.



Bersama dengan pembicara lain seperti Direktur BRI Danareksa Sekuritas dan CEO dan CIO BRI Ventures, Chief Financial Officer Ayoconnect Alex Jatra diundang untuk berbagi insight dan pengalamannya yang di mulai dari Alex menjadi bagian dari perusahaan investasi global yang berbasis di AS hingga menjadi CFO untuk analitik data dan startup agritech.


Alex memulai sesinya dengan menjelaskan secara singkat bagaimana Ayoconnect terus berkembang di tahun yang penuh gejolak ini. Dalam kuartal terakhir ini, Ayoconnect berhasil memproses 9,2 juta transaksi.


“Kami bersyukur untuk ketahanan layanan kami terhadap dampak COVID-19. Solusi Ayoconnect senantiasa menawarkan solusi yang dibutuhkan dalam industri penagihan, karena pandemi mendorong digitalisasi pembayaran, kami terus melayani mitra untuk menyediakan solusi digital," jelasnya.


“Pembayaran tagihan adalah titik kontak pertama dalam layanan keuangan”, lanjutnya, “Kami memperkirakan peluang $ 170 miliaryang menyumbang 15% dari PDB Indonesia, di industri teknologi tagihan. Diharapkan transaksi tersebut akan mencapai $ 200 miliar pada tahun 2025. "


Kami memperkirakan peluang $170 miliar, yang menyumbang 15% dari PDB Indonesia, di industri teknologi tagihan. Diharapkan transaksi tersebut akan mencapai $ 200 miliar pada tahun 2025." Alexander Jatra, CFO Ayoconnect



CFO Ayoconnect Alex Jatra membagikan keahliannya dalam workshop virtual BEI


Model bisnis yang dimiliki oleh Ayoconnect telah menarik investasi dari perusahaan modal ventura terkemuka, termasuk BRI Ventures. Namun, penggalangan dana dari perusahaan VC bukanlah satu-satunya pilihan yang tersedia untuk startup atau usaha kecil menengah lainnya untuk memperoleh modal.


“Sebelum memutuskan apakah akan mencari investasi dari perusahaan modal ventura atau go public, masing-masing perusahaan harus terlebih dahulu merefleksikan apa yang ingin mereka capai,” kata Alex.


Alex melanjutkan, "Setiap opsi memiliki pro dan kontra. Memiliki visi yang kuat tentang apa yang harus dituju dan ke mana harus pergi sangat penting dalam membuat keputusan seperti itu."


Alex menyebutkan empat hal yang harus dipertimbangkan. Pertama, perusahaan harus memastikan bahwa mereka telah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Kedua, perusahaan harus mempertimbangkan dengan cermat semua opsi yang memungkinkan, seperti merger dan akuisisi atau usaha patungan. Ketiga, perusahaan harus mampu menciptakan citra publik yang positif untuk mendapatkan kepercayaan dan loyalitas calon investor.

“Dan terakhir, apakah itu melakukan pitching ke VC, bertujuan untuk IPO, atau mengeksekusi kedua opsi tersebut, Anda harus memastikan komitmen seluruh tim”, pungkasnya.