• Ayoconnect

Ayoconnect Raup USD 10 Juta dalam Pendanaan Pra-Seri B untuk Kembangkan Open Finance di Indonesia

Diperbarui: 25 Okt 2021

  • Investor baru Ayoconnect meliputi Mandiri Capital Indonesia, perusahaan modal ventura Bank Mandiri, serta Patamar Capital, perusahaan modal ventura yang melakukan investasi pada perusahaan yang melayani segmen mass market di Asia Selatan dan Asia Tenggara

  • Sebagai platform API finansial terdepan di Indonesia, Ayoconnect memimpin misi demokratisasi layanan keuangan terbuka (open finance) di Indonesia. Melalui API Ayoconnect, mitra Ayoconnect dapat meluncurkan jasa keuangan yang lebih baik dan inklusif bagi jutaan masyarakat Indonesia

  • Dalam kurun waktu kurang dari 24 bulan, API Ayoconnect telah dipercaya oleh perusahaan perbankan, ritel, e-commerce, tekfin, dan dompet digital terkemuka di Indonesia, antara lain Bank BRI, Bank Mandiri, Permata Bank, DANA, Gopay, LinkAja, Shopee, Bukalapak, Lazada, Blibli dan Akulaku

  • Ayoconnect akan menggunakan pendanaan ini untuk mendorong pertumbuhan, rekrutmen, dan pembuatan produk -- terutama untuk membangun ekosistem API Indonesia

  • Di tengah pandemi, Ayoconnect mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 10 kali lipat di kuartal kedua 2021 dengan jumlah transaksi melampaui 50 juta. Ayoconnect juga telah mengumumkan kerja sama dengan beberapa bank terbesar di Indonesia untuk mengakselerasi adopsi Open Finance



Platform API keuangan terdepan di Indonesia Ayoconnect hari ini mengumumkan berakhirnya putaran pendanaan Pra-Seri B senilai total 10 juta dolar AS (sekitar Rp 143 miliar) yang berasal dari sejumlah investor strategis. Pendanaan tersebut akan difokuskan terhadap pertumbuhan perusahaan, perekrutan, serta pengembangan produk Ayoconnect, terutama dalam membangun ekonomi API di Indonesia yang terdiri dari solusi API full stack (Financial APIs, Bill APIs, Open Finance APIs, dan Insights APIs).


Investor baru Ayoconnect kali ini mencakup Mandiri Capital Indonesia, perusahaan modal ventura milik Bank Mandiri, dan Patamar Capital, perusahaan modal ventura terdepan yang melakukan investasi berdampak sosial pada perusahaan yang melayani segmen mass market di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Beberapa tokoh penting yang juga bergabung sebagai investor individu Ayoconnect dalam putaran pendanaan kali ini yaitu Ilham Akbar Habibie (teknopreneur sekaligus Penasihat Strategis Ayoconnect), Paul Bernard (eks-Goldman Sachs), Jeff Lin (iGlobe Partners), dan beberapa petinggi dari institusi keuangan terdepan lainnya. Ayoconnect diharapkan memperoleh keahlian dan pengalaman dari mereka, sehingga dapat memperluas kemitraannya di industri keuangan baik di sektor swasta maupun pemerintahan.


API (Application Programming Interface - antarmuka pemrograman aplikasi) merupakan software perantara yang memungkinkan beberapa aplikasi atau institusi untuk terhubung dan berbicara satu sama lain. Dalam hal ini, Ayoconnect menghubungkan informasi finansial dari sejumlah titik pengumpulan data, sehingga mitranya dapat fokus melayani konsumen mereka sekaligus menghadirkan layanan yang inklusif bagi jutaan warga Indonesia. Proses yang dilakukan Ayoconnect memiliki peran penting dalam mendorong perluasan akses terhadap berbagai produk keuangan di Indonesia di mana tingkat populasi unbanked dan underbanked masih relatif tinggi, terutama di wilayah non perkotaan.


“Kami sangat gembira menyambut investor baru dan berterima kasih atas kepercayaan investor-investor kami yang lainnya. Secara unik, Ayoconnect kini menjadi satu dari sedikit perusahaan di Indonesia yang mendapat investasi dari dua bank terbesar di Indonesia, yaitu Bank Mandiri dan Bank BRI, secara sekaligus. Kehadiran mereka sebagai investor merupakan sokongan besar dalam upaya kami membangun lapisan infrastruktur yang memungkinkan interoperabilitas antara berbagai perusahaan Indonesia penyedia jasa keuangan, seperti institusi keuangan, fintech dan perusahaan rintisan (startup). Melalui API, Ayoconnect akan terus berkontribusi terhadap upaya pemerintah untuk memenuhi target 90% inklusi keuangan pada tahun 2024,” kata Co-Founder dan CEO Ayoconnect, Jakob Rost.

Ayoconnect didirikan oleh Jakob bersama Chiragh Kirpalani (Co-Founder dan COO) dan Adi Vora (Co-Founder dan CTO) dengan fokus membangun solusi berbasis API untuk pembayaran tagihan dan produk digital lainnya. Dalam kurun waktu yang singkat, perusahaan ini berkembang pesat menjadi penyedia API finansial yang lebih lengkap - dengan fokus yang meluas untuk menyediakan API Data Keuangan dan solusi Open Finance. Ayoconnect kini menempatkan diri sebagai perusahaan serba ada untuk solusi finansial perusahaan perbankan, institusi keuangan, dompet digital, bahkan e-commerce yang ingin mendorong pertumbuhan layanan keuangan terintegrasi mereka lewat solusi siap pakai. Kehadiran Ayoconnect membuat mitra mereka beroperasi secara cepat dan efisien. Saat ini, Ayoconnect telah memiliki lebih dari 100 klien API yang mencakup perusahaan terkemuka di Indonesia seperti Bank BRI, Bank Mandiri, DANA, Indomaret, Bukalapak, Home Credit, dan Pegadaian, sekaligus menghubungkan lebih dari 1.000 perusahaan lewat jaringan API yang dimiliki Ayoconnect.


CEO Mandiri Capital Indonesia, Eddi Danusaputro melihat kemitraan ini sebagai kerja sama yang saling menguntungkan dalam sektor Open Finance dan Open Banking di Indonesia. “Kami sangat antusias dalam menjalin kemitraan bersama Ayoconnect seiring dengan kesamaan ambisi dan visi kami untuk menumbuhkan sektor Open Banking di tanah air. Visi Ayoconnect untuk mendemokratisasi Open Finance di Indonesia telah memantapkan kami untuk mengambil peran dalam investasi ini. Kepercayaan kami terhadap Ayoconnect juga terbentuk dari pengalaman panjang Ayoconnect dalam membangun API, kemampuan mereka dalam menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan terkemuka, serta upaya berkesinambungan mereka dalam memasuki segmen bisnis Open Banking,” kata Eddi.

Partner Patamar Capital, Dondi Hananto juga antusias terhadap kerja sama yang bertujuan untuk membangun ekosistem API di Indonesia bersama Ayoconnect. ”Ayoconnect berada dalam posisi terdepan dalam transformasi infrastruktur API di Indonesia. Kehadiran Ayoconnect mempercepat laju pembukaan akses layanan keuangan berkualitas bagi masyarakat yang belum tersentuh oleh layanan keuangan formal di Indonesia. Kami sangat gembira atas kemitraan bersama tim Ayoconnect dan akan terus mendorong inovasi dan percepatan dalam upaya inklusi keuangan di Indonesia,” kata Dondi.

Didirikan sejak 2016, Ayoconnect telah menempatkan dirinya sebagai perusahaan penyedia API terbesar di Indonesia. Meskipun beroperasi di tengah situasi pandemi, perusahaan ini telah mengakselerasi digitalisasi di berbagai industri, termasuk industri keuangan di Indonesia. Ayoconnect mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan sepuluh kali lipat pada kuartal II 2021. Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, Ayoconnect telah melihat ketertarikan yang kuat dari sejumlah investor dalam putaran pendanaan Seri B yang akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.


 

Tentang Ayoconnect

Ayoconnect adalah platform API terbesar di Indonesia. Ayoconnect memungkinkan developer untuk memilih berbagai produk white-label finansial di platform API Ayoconnect dan meluncurkannya dengan cepat ke pengguna. Ayoconnect berada di latar belakang sepanjang proses ini berlangsung untuk berfokus pada pembangunan dan pengoperasian infrastruktur, seraya memfasilitasi klien untuk memonetisasi dan memperluas bisnis dengan cepat dan masif.

Sejak didirikan pada tahun 2016, kumpulan API Ayoconnect telah diadopsi oleh lebih dari 100 klien API yang mencakup perusahaan ternama di Indonesia, termasuk perusahaan bank, ritel, e-commerce, tekfin, dan dompet digital seperti Bank BRI, Bank Mandiri, DANA, Indomaret, Bukalapak, Home Credit dan Pegadaian, dan menghubungkan lebih dari 1.000 perusahaan lewat jaringan API yang dimiliki Ayoconnect. API Ayoconnect memproses lebih dari 300 juta klik setiap tahunnya.

Ayoconnect telah mengumpulkan pendanaan senilai total 15 juta dolar AS (setara dengan Rp 214 miliar) dari investor-investor lokal dan internasional. Investor Pra-Seri B Ayoconnect termasuk Mandiri Capital Indonesia, perusahaan modal ventura milik Bank Mandiri; BRI Ventures, unit modal ventura korporat Bank BRI; AC Ventures Indonesia, perusahaan modal ventura yang dipimpin oleh Ketua Asosiasi Fintech Indonesia Pandu Sjahrir; Patamar Capital, perusahaan modal ventura yang berfokus hadirkan investasi berdampak positif di Asia Tenggara; Kakaku, perusahaan publik yang terdaftar di Tokyo Exchange (TYO); dan Finch Capital. Ayoconnect terus memperluas ekosistemnya untuk mempercepat inklusi keuangan dan adopsi solusi embedded finance di seluruh Indonesia.

Tentang Mandiri Capital Indonesia

Mandiri Capital Indonesia (MCI) berinvestasi pada orang – founders yang gigih, tegas dan inovatif dengan ide-ide revolusioner yang mengurubah bagaimana suatu industri beroperasi dalam jangka panjang. Di bawah institusi finansial terbesar di Indonesia: Bank Mandiri, MCI berfokus pada perusahaan teknologi finansial (fintech) dan perusahaan pengembang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), karena disanalah MCI melihat pengaruh yang paling besar. MCI bertujuan untuk meningkatkan perusahaan fintech dan pengembang UMKM melalui synergy dengan keahlian finansial Bank Mandiri, yang disertai dengan akses ke jaringan penjual dan pembeli yang luas.

MCI juga bertujuan menghubungkan individu melalui percakapan yang nyata, dengan harapan dapat menghasilkan ide-ide dan solusi aplikatif yang diperlukan untuk terus tumbuh dan berkembang lebih baik. Secara strategis, MCI memberikan dukungan yang kuat terhadap seluruh portofolio-nya dan memberikan mereka keunggulan kompetitif lewat investasi modal, pengetahuan teknis, keahlian, jaringan dan jangkauan pasar, serta program inkubasi yang inklusif.

About Patamar Capital

Patamar Capital adalah perusahaan modal ventura terdepan yang melakukan investasi pada perusahaan yang melayani segmen mass market di Asia Selatan dan Asia Tenggara, dengan total dana kelolaan lebih dari 100 juta dolar AS. Patamar Capital telah berinvestasi pada 30 perusahaan portofolio yang telah berkontribusi terhadap kesejahteraan lima juta jiwa melalui peningkatan pendapatan, tabungan, maupun akses terhadap produk dan layanan yang meningkatkan kualitas hidup.

Asia Selatan dan Asia Tenggara berkontribusi terhadap sepertiga dari populasi dunia, namun hanya menerima 7% dari total investasi modal ventura global. Pertumbuhan populasi di wilayah ini dua kali lebih pesat dibandingkan negara ekonomi maju, dengan wilayah yang memiliki kepadatan penduduk lebih tinggi dan didominasi oleh generasi muda. Perusahaan portofolio Patamar Capital mencakup pasar segmen konsumen “mass market” dan kelas menengah di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Patamar Capital berinvestasi pada perusahaan dan platform berbasis teknologi, dalam melayani (1) segmen konsumen “mass market”, sebanyak 1,6 miliar populasi berpendapatan rendah hingga menengah di negara berkembang di Asia, dan (2) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menopang mayoritas aktivitas ekonomi dan pertumbuhan masa depan di pasar negara berkembang di Asia.