• Ayoconnect

Fintech Indonesia, Ayoconnect, Menunjuk Ilham Akbar Habibie sebagai Penasihat Strategis

Diperbarui: Mei 7

  • Bapak Ilham Akbar Habibie, putra mantan Presiden Indonesia B. J. Habibie, memiliki banyak pengalaman untuk Ayoconnect, memungkinkannya untuk memperluas kemitraan di sektor publik, swasta dan keuangan.

  • Saat ini Ayoconnect sedang membangun Open Bill Network pertama dan terbesar di Indonesia sebagai negara terbesar keempat di dunia (berdasar ukuran populasi).

  • Strategi ini dilaksanakan dengan membawa seluruh ekosistem biller Indonesia ke dalam satu jaringan terpusat yang dapat diakses oleh berbagai penyedia tagihan seperti utilitas, telekomunikasi, dan lainnya, termasuk berbagai platform dan lembaga keuangan yang berhadapan dengan konsumen.

  • Ayoconnect baru-baru ini berhasil mengumpulkan US $ 5 juta dalam bentuk pendanaan Pra-Seri B dari sejumlah investor termasuk BRI Ventures dari Bank BRI dan perusahaan internet Kakaku.com, Inc. yang terdaftar di Bursa Tokyo.


JAKARTA, 16 September 2020 - Ayoconnect, Jaringan Open Bill pertama dan terbesar di Indonesia, resmi mengumumkan dan menyambut Ilham Akbar Habibie sebagai Penasihat Strategis mereka. Bapak Habibie memiliki banyak wawasan di sektor jasa keuangan dan teknologi di pasar Indonesia. Penunjukkan beliau membuka peluang bagi Ayoconnect untuk berbagai kolaborasi bisnis, termasuk strategi untuk investor teknologi, badan sektor publik, dan lembaga keuangan, yang secara efektif memposisikan Ayoconnect untuk mempercepat pertumbuhan bisnis.

Bapak Habibie adalah investor ekuitas veteran selama lebih dari 25 tahun. Ia aktif terlibat dalam berbagai organisasi yang fokus pada riset dan teknologi di Indonesia seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (WANTIKNAS).


"Bapak Habibie terkenal atas kontribusinya dalam memajukan pendidikan, ekonomi, dan teknologi informasi Indonesia - Ini menjadikan beliau sosok inovasi nasional. Kami sangat senang menyambutnya di Ayoconnect. ”Kata Chiragh Kirpalani, Co-Founder dan COO Ayoconnect.

Kirpalani lebih lanjut menambahkan bahwa Habibie adalah individu yang berpikiran maju, dan memiliki semangat tinggi dalam mendorong perubahan. Hal ini ditunjukkan oleh kolaborasi Habibie dengan orang-orang dan organisasi dari berbagai latar belakang. “Kami merasa terhormat mendapat keistimewaan untuk memiliki Bapak Ilham Habibie sebagai penasihat strategis karena kami bertujuan untuk mempercepat inklusi keuangan di Indonesia dengan membangun hubungan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan lembaga keuangan, serta bekerja sama dengan komunitas pengusaha yang lebih luas, inovator, dan individu berbakat. "


Dari kiri ke kanan: CEO Ayoconnect Jakob Rost, Penasihat Strategis Ilham Habibie, dan COO Chiragh Kirpalani saat berdiskusi di perkebunan Ilham Habibie di Jakarta


Dari kiri ke kanan: COO Ayoconnect, Chiragh Kirpalani, dan Penasihat Strategis, Ilham Habibie, saat berdiskusi di perkebunan Ilham Habibie di Jakarta


Baik Habibie maupun Ayoconnect memiliki visi yang sama bahwa UMKM dan startup yang sedang berkembang harus lebih kompetitif dan gesit untuk dapat melewati gelombang baru digitalisasi.


“Saya senang menjadi bagian dari tim yang berkomitmen untuk menghadirkan inovasi dan dampak nyata bagi ekonomi digital Indonesia. Saya melihat visi besar Ayoconnect dalam memberikan solusi teknologi inovatif baik untuk perusahaan maju dan bisnis berkembang, dan secara bersamaan juga turut mengambil peran kunci dalam memajukan inklusi keuangan di Indonesia. Saya percaya bahwa kehadiran Open Bill Network Ayoconnect merupakan terobosan dalam industri pembayaran tagihan. ” ungkap ​Ilham Akbar Habibie, Penasihat Ayoconnect​.

Habibie adalah putra tertua dari mendiang Presiden Indonesia B.J. Habibie. Sebagai wirausaha dan pakar teknis, sebelumnya ia telah terlibat di berbagai perusahaan dan organisasi yang berfokus pada teknologi. Selain memegang peran sebagai penasehat di Ayoconnect, ia menjabat sebagai Presiden Direktur PT ILTHABI Rekatama, sebuah perusahaan investasi swasta, dan juga merupakan Ketua dari bank berbasis syariah tertua di Indonesia, PT Bank Muamalat Indonesia tbk.

Penunjukan Habibie sebagai Penasihat ini mengikuti pertumbuhan Ayoconnect yang baru-baru saja berhasil mendapatkan pendanaan Pra-Seri B sebesar US $ 5 juta dari investor global strategis. Dana tersebut akan digunakan untuk terus membangun jaringan tagihan terbesar dan tercanggih di Indonesia. Sebagai perusahaan fintech B2B, Ayoconnect sedang membangun teknologi di sektor tagihan untuk Penyedia Tagihan, yang terhubung ke Mitra Penyalur online dan offline (termasuk Indomaret, PT Pos Indonesia, serta lembaga keuangan) sehingga konsumen akhir dapat dengan mudah membayar tagihan dalam jaringan Ayoconnect.

Ayoconnect telah mengumpulkan lebih dari US $ 10 juta hingga saat ini. Pendanaan Pre-Series B investors termasuk BRI Ventures, unit modal ventura korporasi Bank BRI; Perusahaan internet yang terdaftar di Tokyo Exchange (TYO) Kakaku.com, Inc. dan Brama One Ventures. Investor yang ada termasuk spesialis fintech global Finch Capital dan Amand Ventures juga berpartisipasi dalam putaran tersebut. Investor lain yang ada di Ayoconnect termasuk Strive dan AC Ventures.