• Ayoconnect

Ayoconnect terpilih sebagai finalis program Accenture FILAP 2021

Diperbarui: 25 Okt 2021

Ayoconnect merupakan satu-satunya startup tekfin asal Indonesia yang terpilih untuk mengikuti FinTech Innovation Lab Asia-Pasifik tahun 2021 dari Accenture.

SINGAPURA dan HONG KONG; Sept. 2, 2021 – Accenture (NYSE: ACN) hari ini mengumumkan 11 perusahaan tekfin terkemuka yang terpilih untuk mengikuti FinTech Innovation Lab Asia Pasifik 2021, sebuah program hasil kerja sama dengan Hong Kong Cyberport. Perusahaan yang berhasil terpilih telah disambut secara resmi oleh Christopher Hui selaku Sekretaris Layanan Keuangan dan Perbendaharaan, Wilayah Administratif Khusus Hong Kong, dilanjutkan dengan temu akrab bersama Nelson Chow selaku Chief Fintech Officer, Fintech Facilitation Officer dari Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA).


FinTech Innovation Lab Asia Pasifik 2021 adalah program akselerator global buatan Accenture untuk membantu startup tekfin terkemuka dalam menyempurnakan dan meningkatkan skala bisnis mereka. 59 perusahaan almuni dari program ini berhasil mengumpulkan setidaknya US$716 juta untuk pembiayaan usaha dari berbagai perusahaan modal ventura. Sejak diliuncurkan pada tahun 2014, program ini telah menerima lebih dari 1.350 pendaftar.


FinTech Innovation Lab Asia Pasifik 2021 menerima pendaftaran dari 28 negara. Pelamar kemudian diundang untuk berbagi solusi yang membahas berbagai topik seputar layanan keuangan, usaha dan rencana dalam mendukung mata uang digital, mengelola standar dan risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), meningkatkan keterlibatan klien hingga strategi untuk menumbuhkan layanan manajemen kekayaan dan asuransi di Asia Pasifik.


Ayoconnect, platform API terbesar di Indonesia, adalah satu-satunya startup Indonesia yang terpilih dalam kelompok tahun ini. Bersama dengan 10 startup lain dengan enam pasar berbeda, Ayoconnect akan bermitra dengan langsung bersama eksekutif senior dari lembaga keuangan yang berpartisipasi seperti AIA; Bank of America; China Construction Bank (Asia); Credit Suisse; Generali; Hang Seng Bank; HSBC; ICBC (Asia); J.P. Morgan; Macquarie Group; Malayan Banking Berhad; Manulife; Morgan Stanley; Mox Bank; QBE; Societe Generale; Sun Life and Zurich Insurance Company Ltd.


“Seiring dengan percepatan penerapan solusi tekfin di kawasan Asia Pasifik, kami tetap berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem yang sehat dan berkembang untuk perusahaan rintisan dan lembaga keuangan,” kata Fergus Gordon, selaku direktur pelaksana Accenture yang memimpin praktik industri perbankan di Asia Pasifik, Latin. Amerika, Afrika, dan Timur Tengah. “Asia Pasifik merupakan lahan subur untuk pertumbuhan dan inovasi dalam industri jasa keuangan. FinTech Innovation Lab akan menyediakan platform bagi startup dan lembaga keuangan terpilih untuk berkumpul dan mengeksplorasi strategi untuk mempercepat kemajuan sektor di kawasan ini.”

FinTech Innovation Lab Asia Pasifik 2021 secara resmi dimulai minggu ini dan seluruh peserta telah diberi akses ke ekosistem global dan mitra Accenture. Lab tahun ini juga menjalin kerja sama khusus dengan Hong Kong Cyberport. Kemitraan tersebut memberikan memberikan berbagai dukungan bisnis, profesional, dan bimbingan dari mentor ahli dalam Program Inkubasi Cyberport (CIP) selama dua tahun.


Peter Yan, selaku CEO Cyberport’s CEO, menyatakan: “Sebagai hub tekfin terkemuka di Hong Kong, Cyberport dengan senang hati dapat kembali berkolaborasi dengan Accenture dalam menyelenggarakan FinTech Innovation Lab Asia Pasifik. Start-up tekfin paling terkemuka di seluruh dunia akan dikumpulkan dalam program ini dan kami akan memaksimalkan potensi mereka melalui pelatihan komprehensif sekaligus dukungan penuh dari lembaga keuangan ternama. Meskipun melewati persaingan ketats, saya senang melihat bahwa lima perusahaan rintisan Hong Kong berhasil dipilih tahun ini. Keberhasilan ini adalah bukti kemampuan dan inovasi luar biasa dari perusahaan rintisan kami yang tumbuh di ekosistem tekfin Hong Kong. Saya juga mendorong start-up terpilih lainnya untuk memanfaatkan posisi Hong Kong sebagai batu loncatan untuk memperluas bisnis mereka ke Greater Bay Area Guangdong-Hong Kong-Macao dan pasar ASEAN, di mana Cyberport dapat menjadi rumah mereka di Hong Kong.”


Puncak acara FinTech Innovation Lab 2021 akan diselenggarakan pada bulan November 2021 di mana seluruh peserta akan mempresentasikan solusi mereka kepada audiens yang terdiri dari pemodal ventura dan eksekutif dari industri keuangan dalam acara bertajuk Demo Day virtual.


Pernyataan perusahaan pendukung

“Virtual banking menawarkan jalan bagi sektor tekfin untuk berkembang. Sebagai salah satu bank virtual terkemuka di Hong Kong, ada banyak pengalaman yang dapat kami bagikan. Kami senang menjadi bagian dari komunitas tekfin dan bekerja dengan Lab Inovasi FinTech.” - Deniz Güven, CEO, Mox Bank Limited

“Komunitas tekfin yang dinamis memiliki peranan penting guna mengembangkan industri jasa keuangan yang sehat dan inovatif. Sebagai salah satu bank terbesar di dunia, kami memiliki kesempatan berbagi pengalaman, wawasan, dan pembinaan untuk orang-orang pintar dengan ide-ide hebat dan inovasi dari perusahaan yang mengikuti FinTech Lab Innovation,” - Richard Lord, Chief Information Officer, Wholesale – Asia Pacific, HSBC Bank PLC

"FinTech Innovation Lab adalah kesempatan yang sangat baik bagi J.P. Morgan untuk terlibat dengan tekfin di kawasan Asia Pasifik. Lebih lanjut, program ini juga bermanfaat untuk mempelajari secara langsung potensi dari teknologi baru untuk mengubah cara kita melakukan bisnis. Bank dan berbagai perusahaan teknologi baru terus menjalin kerja sama dan tren ini memiliki kemungkinan untuk terus berlanjut. Melalui program FinTech Innovation Lab, startup juga akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan wawasan tentang berbagai tantangan yang dihadapi oleh lembaga keuangan saat ini dan di masa mendatang” - Harshika Patel, Head of Strategy dari Asia Pacific, J.P. Morgan

Artikel ini pertama kali diterbitkan di Accenture's Newsroom.