• Ayoconnect

Ayoconnect, BRI Agro, BTPN dan MNC Bank Bahas Masa Depan Perbankan Digital di Wild Digital Indonesia

Wild Digital adalah konferensi yang berfokus pada ekosistem teknologi di Asia Tenggara. Acara tahunan ini kembali ke Indonesia secara virtual untuk ke-4 kalinya pada 8 dan 9 September 2021.





Industri keuangan Indonesia berada di tengah digitalisasi yang pesat. Digitalisasi layanan keuangan berpotensi meningkatkan inklusi keuangan Indonesia untuk mayoritas penduduk Indonesia yang unbanked dan underbanked. Untuk mencapai ini, bank dan fintech perlu berkolaborasi agar dapat menumbuhkan ekosistem bersama.


CEO dan Founder Ayoconnect Jakob Rost bersama COO MNC Bank Teddy Tee, Chief of Digital Banking BRI Agroniaga Bhimo Wikan Hantoro, dan Head of Digital Banking Jenius BTPN Irwan Tisnabudi berbagi panggung pada hari kedua Wild Digital Indonesia untuk mendiskusikan masa depan ekosistem bank digital di Indonesia.


“Pertumbuhan pesat transformasi digital di Indonesia terjadi karena bank dan fintech tumbuh bersamaan yang didukung oleh peningkatan literasi solusi keuangan digital di semua profil sosial-demografis nasabah. Ke depannya, saya percaya masyarakat underbanked dan BUMN akan terus mencari solusi keuangan digital yang dapat memenuhi kebutuhan mereka,” kata Bhimo Wikan Hantoro, Chief of Digital Banking BRI Agroniaga.


“Kemunculan fintech menciptakan ekosistem pembayaran baru. Ini memicu bank tradisional untuk segera menyadari bahwa orang saat ini tidak membutuhkan bank, mereka membutuhkan perbankan. Karena itu, saya percaya bahwa kolaborasi antara bank dan fintech lebih penting dari sebelumnya. Membangun Bank digital bukanlah perjalanan yang mudah, jadi saya yakin tren kolaboratif akan menghasilkan solusi yang tepat guna dan sasaran sesuai perkembangan kebutuhan pasar” tambah Irwan Tisnabudi, Head of Digital Banking Jenius BTPN.


Teddy Tee selaku COO MNC Bank secara khusus menyoroti momentum kolaborasi antar pemangku kepentingan. “Perbankan digital memberikan kita kesempatan untuk melayani nasabah dengan lebih baik. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana mempercepat transformasi ini dengan meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Bank, fintech, dan lembaga keuangan lainnya perlu merumuskan strategi untuk mempercepat pertumbuhan digital. Ekosistem Fintech lebih fleksibel dan lincah dalam hal distribusi, sementara bank memiliki modal dan sumber daya yang berkelanjutan, hal ini membuat kolaborasi akan saling menguntungkan untuk menopang satu sama lain, ”katanya.


Kolaborasi antara bank dan fintech dapat dipercepat melalui integrasi API. API (Application Programming Interface) adalah perantara perangkat lunak yang memungkinkan dua aplikasi atau institusi, seperti fintech dan bank, untuk saling berkomunikasi. Platform API Ayoconnect misalnya, memungkinkan pengembang untuk memilih dari berbagai produk white-label keuangan di platform API Ayoconnect dan dengan cepat meluncurkannya ke pengguna mereka.


Sejak didirikan pada tahun 2016, kumpulan API Ayoconnect telah diadopsi oleh lebih dari 1.000 perusahaan ternama di Indonesia, termasuk perusahaan bank, ritel, e-commerce, tekfin, dan dompet digital seperti Bank Mandiri, DANA, Indomaret, dan Bukalapak. Saat ini, API Ayoconnect memproses lebih dari 300 juta klik API setiap tahunnya.


Untuk informasi lebih lanjut tentang solusi berbasis API Ayoconnect, silakan hubungi kami di partnership@ayoconnect.id.